Perkembangan Pasar AC Low Watt

Indonesia adalah salah satu pasar terdepan untuk AC low watt di Asia Tenggara. Meningkatnya jumlah rumah tangga ditambah dengan kenaikan pendapatan per kapita mendorong pasar AC low watt di negara ini. Indonesia menghadapi kondisi iklim yang ekstrim sepanjang tahun, menjadikan AC sebagai barang kebutuhan masyarakat yang tinggal di negara ini. Selanjutnya, sektor ritel yang berkembang di negara ini dengan diluncurkannya beberapa supermart, hypermarts, supermarket, dan lain-lain, juga mendorong permintaan AC low watt di Indonesia.

Menurut laporan yang baru-baru ini diterbitkan oleh Lembaga Survey, Prakiraan dan Peluang Pasar AC di Indonesia tahun 2018, wilayah Jawa merupakan penyumbang terbesar pendapatan pasar AC di negara ini karena booming sektor komersial dan industri. Telah diperkirakan dalam laporan bahwa pendapatan pasar AC di Indonesia akan tumbuh di sekitar 12% selama 2015-18.

Perkembangan Pasar AC Low Watt

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pasar pendingin udara dikendalikan oleh AC low watt seperti AC split, portable dan cassette, dengan conditioner split menyumbang permintaan tertinggi. Namun, dengan meningkatnya kesadaran akan konservasi energi, teknologi baru seperti VRF dan solar AC diperkirakan akan mendapatkan pangsa pasar. AC low watt dengan fungsionalitas pemurnian udara built-in juga diantisipasi untuk mendapatkan pangsa pasar karena meningkatnya kekhawatiran polusi udara di negara ini.

Laporan tersebut selanjutnya mengungkapkan bahwa pasar pendingin udara Indonesia didominasi oleh beberapa manufaktur luar negeri seperti LG, Samsung, Sharp Electronics, Panasonic, dll. Pendingin Daikin dan Mitsubishi Electric juga mulai beroperasi di negara ini selama tahun 2017, dengan mendirikan anak perusahaan mereka di Negara ini.

“Tingkat tekanan AC di Indonesia sangat rendah. Perluasan infrastruktur perumahan dan komersial akan meningkatkan permintaan selama lima tahun ke depan. Pasar di Indonesia akan menyaksikan persaingan yang semakin ketat selama periode ramalan karena kemunculan sejumlah besar pemain. Permintaan pendingin udara hemat energi juga diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen. “Kata sebuah firma konsultan manajemen global berbasis penelitian.

“Prakiraan dan Peluang Pasar AC low watt Indonesia, 2018” telah mengevaluasi potensi pertumbuhan pasar pendingin di Indonesia di masa depan dan memberikan statistik dan informasi mengenai struktur pasar, tren pasar, ukuran pasar, dan lain-lain. Laporan ini mencakup proyeksi cuaca dan peramalan permintaan. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan kecerdasan pasar yang mutakhir dan membantu pengambil keputusan untuk melakukan investasi yang baik. Selain itu, laporan tersebut juga mengidentifikasi dan menganalisis tren yang muncul bersamaan dengan dorongan, tantangan, dan peluang penting di pasar pendingin udara di Indonesia.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.